Kementerian Agama Menyiapkan Rp 192 M Untuk Pemulihan Madrasah serta Pendidikan

Kementerian Agama Menyiapkan Rp 192 M Untuk Pemulihan Madrasah serta Pendidikan

Kementerian Agama Menyiapkan Rp 192 M Untuk Pemulihan Madrasah serta Pendidikan – Menteri Agama Nasaruddin Umar mennyatakan dukungan biaya untuk penanganan dampak bencana banjir di 3 provinsi di Sumatera. Dari Rp 60 triliun biaya yang di alokasikan Presiden Prabowo Subianto untuk banjir Sumatera, Kementerian Agama memperoleh kurang lebih 192 miliar. Nasaruddin menjelaskan khusus di lingkungan Kementerian Agama, sudah di siapkan biaya sebesar Rp 155 miliar serta tambahan Rp 37,95 miliar.

Biaya itu di pakai untuk membantu pemulihan madrasah, perguruan tinggi keagamaan Islam negeri serta swasta, dan institusi pendidikan keagamaan lainnya yang terkena efek bencana. Dia menyatakan sejumlah madrasah mengalami kerusakan, sampai ada yang hilang karena bencana. Nasaruddin memastikan kementeriannya akan berusaha membantu pemulihan sarana pendidikan tersebut secara bertahap.

Menurut dia, Kemenag juga sudah mengalokasikan Rp 3 miliar untuk pembangunan tahap awal satu bangunan penunjang. Tapi, Nasaruddin menekankan kalau penanganan bencana di Aceh adalah persoalan jangka panjang. Dia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendampingi masyarakat, terutama pelajar serta mahasiswa yang terkena efek bencana banjir di Sumatera. Nasaruddin berharap semua warga bisa memalui masa sulit ini bersama-sama.

Baca juga : Kementerian Kesehatan Mendorong Pendidikan Melalui Hospital Based

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana memulai pengerjaan pembangunan hunian sementara untuk masyarakat terkena efek banjir serta longsor di Kabupaten Tapanuli Utara. Kepala Pusat Data, Informasi serta Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyatakan, huntara itu mulai di bangun sejak Jumat 19 Desember 2025.

Abdul menyatakan, progres pekerjaan di Minggu 21 Desember terpantau pembukaan lahan sudah selesai di laksanakan. Ada satu unit huntara sudah selesai 75% pengerjaan. Abdul merinci, luas lahan yang di siapkan untuk hunian per keluarga ialah 6×6 meter, luas bangunan huntara ialah 4×6 meter. Di samping itu, model huntara memakai teknologi rumah instan sehat serta aman (RISHAM).

BNPB Mulai Bangun Huntara untuk Korban Bencana

Sebelumnya, Menteri Perumahan serta Kawasan Permukiman Maruarar Sirait alias Ara menyatakan, pihaknya akan membangun rumah hunian tetap untuk korban terkena bencana banjir bandang serta longsor di Sumatera, seperti Aceh, Sumatera Utara serta Sumatera Barat sebanyak 2.603 unit. Pembangunan itu juga di jalani tanpa memakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Sebanyak 2.500 unit rumah dari total 2.603 akan di bangun lewat sumbangan dari Yayasan Buddha Tzu Chi, sedangkan 103 unit rumah adalah ide langsung Ara-sapaan akrab Maruarar Sirait.