Kecerdasan Buatan di Jepang Di Anggap Membantu Pendidikan

Kecerdasan Buatan di Jepang Di Anggap Membantu Pendidikan

Kecerdasan Buatan di Jepang Di Anggap Membantu Pendidikan – Kecanggihan kecerdasan buatan masa kini benar-benar memudahkan pekerjaan manusia yang memakai berbagai teknologi. Di Jepang, AI menjadi guru pendamping untuk memberikan pembelajaran kepada siswa yang berisiko bolos dan melestarikan cerita sejarah penting lainnya. Di tahun 2023, Jepang meresmikan program percontohan untuk menguji Artificial Intelligence. Program ini bertujuan untuk memperkirakan siswa yang berisiko membolos, serta memberikan dukungan pencegahan sejak dini di Kota Toda, Prefektur Saitama, dekat Tokyo.

Cara Kerja AI Mendeteksi Siswa yang Berisiko Membolos

Nama-nama siswa yang ada di dalam layar akan mempunyai warnanya masing-masing, memperlihatkan tingkat siapa saja siswa yang berisiko membolos. Tandanya bisa berwarna merah, merah muda, oranye, atau kuning. Untuk menentukan tingkat risiko tersebut, AI akan menganalisis berbagai informasi pribadi mereka dahulu. Isinya bisa seperti kehadiran, keterlambatan, hasil survei akademik, catatan pemeriksaan kesehatan, kunjungan ke ruang perawat, sampai catatan pembulian.

Uji coba ini juga sudah melalui sistem yang mempelajari pola dari siswa yang sebelumnya tidak hadir. Lalu memakainya untuk membuat prediksi baru serta menandai 1.193 siswa sebagai berisiko. Dari jumlah itu, sekolah mengutamakan bantuan untuk 265 siswa yang di anggap mempunyai risiko yang tinggi. Sampai AI mengidentifikasi 10 siswa yang memerlukan bantuan tambahan di salah satu sekolah dasar seusai sistem peringatan di terapkan.

Baca juga : Dinas Pendidikan serta Kebudayaan Menyiapkan Tenda Darurat untuk Sekolah

Pro serta Kontra Pemakaian AI

Walaupun AI bisa menjalani analisa secara cepat, Profesor Makiko Nakamuro dari Universitas Keio, anggota dewan penasihat pendidikan Kota Toda, mengingatkan untuk tidak terlalu bergantung pada teknologi. Para ahli menekankan kalau AI harus di lengkapi dengan penilaian manusia, serta harus melewati penjelasan yang jelas kepada setiap pemakai. Tapi, berbeda dengan Yoichi Matsuyama, CEO Equmenopolis serta peneliti tamu di Universitas Waseda, yang mengatakan kalau sistem ini memecahkan tantangan yang di hadapi guru.

Untuk mereka yang mendukung ini merasa kalau kelemahan siswa Jepang adalah keyakinan untuk berbicara dalam bahasa Inggris. Sampai pemakaian AI bisa membantu mereka melatih pengucapan serta menambah kosakata dari beragam cerita. Hal ini akhirnya menarik perhatian pemerintah Prefektur Kanagawa untuk membantu pelestarian ingatan, yang menjalani uji coba di “Sistem Pendongeng AI” di Aula Peringatan Perdamaian Kanagawa di Yokohama.

Pelestarian Sejarah Melalui AI

Sistem Pendongeng yang di buat AI membuat pengunjung untuk mengajukan pertanyaan serta mendengarkan rekaman respon dari penyintas bom atom. Kesaksian Hiroshi Nishioka, penyintas Nagasaki (93), yang mempunyai 130 topik mendapat jawaban yang paling relevan oleh AI.

Dinas Pendidikan serta Kebudayaan Menyiapkan Tenda Darurat untuk Sekolah

Dinas Pendidikan serta Kebudayaan Menyiapkan Tenda Darurat untuk Sekolah

Dinas Pendidikan serta Kebudayaan Menyiapkan Tenda Darurat untuk Sekolah – Dinas Pendidikan serta Kebudayaan Aceh Tamiang, Provinsi Aceh mengungkapkan sudah menyiapkan tenda sebagai sekolah darurat untuk 6 sekolah yang rusak terkena banjir bandang serta longsor di daerah itu. Dia menjelaskan, untuk sekarang pembersihan lumpur di sekolah terus di tingkatkan supaya proses belajar mengajar bisa berjalan mulai 5 Januari 2026.

Sekolah Masih Berlumpur

Menurut Sepriyanto, untuk saat ini secara umum sekolah di Aceh Tamiang masih berlumpur serta pihaknya bersama semua jajaran termasuk bantuan dari ASN Pemerintah Aceh akan mempercepat pembersihan sekolah sampai seluruh siswa bisa bersekolah pada Senin 5 Januari 2026. Data Dinas Pendidikan serta Kebudayaan Aceh Tamiang menyebutkan total sekolah di daerah itu sebanyak 459 unit terdiri dari 65 unit tidak terkena serta 394 terdampak banjir bandang dan longsor. Sebelumnya, Pemerintah Aceh mulai menyusun dokumen Rencana Rehabilitasi serta Rekonstruksi Pascabencana (R3P) banjir bandang serta tanah longsor yang melanda beberapa kawasan di tanah rencong

Aceh Mulai Susun Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana

Baca juga : Universitas Terbuka Memberikan Dukungan Pendidikan

Rencana Rehabilitasi serta Rekonstruksi Pascabencana di targetkan selesai pada Januari 2025. Dia menegaskan, pemerintah Aceh hanya bertugas menyusun R3P, tim ini bekerja dengan dasar data dan informasi yang di sampaikan oleh kabupaten/kota terdampak. Semua datanya akan di usulkan ke pemerintah pusat. Nasir menargetkan, dokumen R3P itu bisa di serahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan kementerian serta lembaga tentang lainnya paling lambat 20 Januari 2026.

Dampak Banjir dan Longsor Aceh

Menurut Nasir, semua efek bencana banjir serta longsor Aceh harus masuk dalam dokumen R3P, dari kerusakan rumah warga, lingkungan, sektor ekonomi, kawasan permukiman, sampai aset milik desa, kabupaten, serta provinsi. Semua hal yang terdampak harus terdata. Mereka menargetkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi ini dapat di selesaikan di tahun 2028.

Dalam kesempatan ini, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jarwansah mengingatkan pentingnya perencanaan yang matang supaya pelaksanaan di lapangan berjalan efektif serta tepat sasaran. Jarwansah menilai, berdasarkan kondisi lapangan, penyelesaian rehabilitasi dan rekonstruksi secara menyeluruh berpotensi memakan waktu sampai lima tahun.

Dia menegaskan, seluruh kerusakan akibat bencana harus dimasukkan ke dalam dokumen R3P. Karena, jika sudah di tetapkan secara nasional, maka tidak ada lagi ruang untuk penambahannya

Universitas Terbuka Memberikan Dukungan Pendidikan

Universitas Terbuka Memberikan Dukungan Pendidikan

Universitas Terbuka Memberikan Dukungan Pendidikan – Universitas Terbuka (UT) memperlihatkan kepedulian nyata terhadap warga serta mahasiswa yang terkena efek bencana, mulai dari banjir, banjir bandang, sampai tanah longsor yang melanda beberapa wilayah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat. Lewat inisiatif UT Peduli, UT hadir mengirim bantuan kemanusiaan dan memastikan dukungan berkelanjutan, baik dari sisi sosial atau pendidikan.

Bencana di beragam kawasan itu tidak hanya berdampak di kondisi sosial serta ekonomi masyarakat, tapi juga berpengaruh terhadap keberlangsungan studi mahasiswa UT. Menyikapi kondisi ini, UT memandang kalau tanggapan terhadap bencana tidak berhenti pada penanganan darurat semata. Di butuhkan kebijakan yang berpihak serta berkelanjutan, khususnya untuk menjaga hak mahasiswa atas pendidikan di tengah kondisi krisis.

Sebagai wujud komitmen itu, UT menetapkan kebijakan strategis berupa pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk mahasiswa yang terkena bencana. Kebijakan yang di tetapkan oleh Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., ini di jalani pada Semester 2025/2026 Ganjil sebagai bentuk keprihatinan mendalam, tanggung jawab lembaga, dan komitmen UT dalam memastikan keberlanjutan studi mahasiswa.

Baca juga : Kementerian Agama Menyiapkan Rp 192 M Untuk Pemulihan Madrasah serta Pendidikan

Lewat kebijakan ini, UT memberikan beasiswa seperti pembebasan UKT selama satu sampai dua semester, menyesuaikan dengan tingkat keparahan efek bencana yang di alami. Tercatat sebanyak 2.020 mahasiswa menerima manfaat dari kebijakan itu. Langkah ini di harapkan bisa meringankan beban finansial mahasiswa serta keluarga pascabencana, dan meminimalkan risiko putus studi karena tekanan ekonomi.

Beragam Langkah Pemulihan Bencana

Tidak hanya lewat kebijakan akademik, UT juga melanjutkan fungsi sosialnya lewat beragam langkah pemulihan pascabencana. Lewat program UT Peduli, bantuan donasi di kirim kepada mahasiswa di beberapa kawasan terdampak, seperti Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Kabupaten Aceh Tamiang, serta Kota Medan. Bantuan itu tidak hanya bersifat logistik, tapi juga menjadi bagian dari usaha pemulihan sosial yang berkelanjutan.

Di samping itu, UT meningkatkan program Pengabdian kepada Masyarakat yang di fokuskan pada pemulihan kondisi sosial masyarakat terkena bencana. Program ini di desain sebagai bentuk kehadiran langsung UT di tengah masyarakat, dan memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun ketahanan sosial pascabencana. Untuk memastikan efektivitas serta ketepatan sasaran bantuan, UT Daerah secara aktif menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci dalam menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan di lapangan.

Kementerian Agama Menyiapkan Rp 192 M Untuk Pemulihan Madrasah serta Pendidikan

Kementerian Agama Menyiapkan Rp 192 M Untuk Pemulihan Madrasah serta Pendidikan

Kementerian Agama Menyiapkan Rp 192 M Untuk Pemulihan Madrasah serta Pendidikan – Menteri Agama Nasaruddin Umar mennyatakan dukungan biaya untuk penanganan dampak bencana banjir di 3 provinsi di Sumatera. Dari Rp 60 triliun biaya yang di alokasikan Presiden Prabowo Subianto untuk banjir Sumatera, Kementerian Agama memperoleh kurang lebih 192 miliar. Nasaruddin menjelaskan khusus di lingkungan Kementerian Agama, sudah di siapkan biaya sebesar Rp 155 miliar serta tambahan Rp 37,95 miliar.

Biaya itu di pakai untuk membantu pemulihan madrasah, perguruan tinggi keagamaan Islam negeri serta swasta, dan institusi pendidikan keagamaan lainnya yang terkena efek bencana. Dia menyatakan sejumlah madrasah mengalami kerusakan, sampai ada yang hilang karena bencana. Nasaruddin memastikan kementeriannya akan berusaha membantu pemulihan sarana pendidikan tersebut secara bertahap.

Menurut dia, Kemenag juga sudah mengalokasikan Rp 3 miliar untuk pembangunan tahap awal satu bangunan penunjang. Tapi, Nasaruddin menekankan kalau penanganan bencana di Aceh adalah persoalan jangka panjang. Dia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendampingi masyarakat, terutama pelajar serta mahasiswa yang terkena efek bencana banjir di Sumatera. Nasaruddin berharap semua warga bisa memalui masa sulit ini bersama-sama.

Baca juga : Kementerian Kesehatan Mendorong Pendidikan Melalui Hospital Based

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana memulai pengerjaan pembangunan hunian sementara untuk masyarakat terkena efek banjir serta longsor di Kabupaten Tapanuli Utara. Kepala Pusat Data, Informasi serta Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyatakan, huntara itu mulai di bangun sejak Jumat 19 Desember 2025.

Abdul menyatakan, progres pekerjaan di Minggu 21 Desember terpantau pembukaan lahan sudah selesai di laksanakan. Ada satu unit huntara sudah selesai 75% pengerjaan. Abdul merinci, luas lahan yang di siapkan untuk hunian per keluarga ialah 6×6 meter, luas bangunan huntara ialah 4×6 meter. Di samping itu, model huntara memakai teknologi rumah instan sehat serta aman (RISHAM).

BNPB Mulai Bangun Huntara untuk Korban Bencana

Sebelumnya, Menteri Perumahan serta Kawasan Permukiman Maruarar Sirait alias Ara menyatakan, pihaknya akan membangun rumah hunian tetap untuk korban terkena bencana banjir bandang serta longsor di Sumatera, seperti Aceh, Sumatera Utara serta Sumatera Barat sebanyak 2.603 unit. Pembangunan itu juga di jalani tanpa memakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Sebanyak 2.500 unit rumah dari total 2.603 akan di bangun lewat sumbangan dari Yayasan Buddha Tzu Chi, sedangkan 103 unit rumah adalah ide langsung Ara-sapaan akrab Maruarar Sirait.

Kementerian Kesehatan Mendorong Pendidikan Melalui Hospital Based

Kementerian Kesehatan Mendorong Pendidikan Melalui Hospital Based

Kementerian Kesehatan Mendorong Pendidikan Melalui Hospital Based – Dirjen Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dr. Yuli Farianti, M.Epid menyampaikan kalau Indonesia kekurangan 70 ribu dokter spesialis. Sejauh ini, ada kurang lebih 16 ribu dokter spesialis di Indonesia. Tapi, angka ini masih kurang mengingat dokter spesialis harus ada juga di sudut negeri. Untuk itu, akselerasi dokter spesialis mutlak di butuhkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Cara yang di laksanakan Kemenkes ialah mendorong dokter residen untuk melaksanakan pendidikan profesi dokter spesialis di rumah sakit alias hospital based. Kekurangan dokter spesialis terjadi hampir di semua provinsi serta di perlukan waktu yang lama untuk menutup kekurangan itu. Ada 59 persen dokter spesialis terkonsentrasi di Pulau Jawa. Sementara, 53 persen RSUD belum mempunyai 7 dokter spesialis dasar.

PPDS Berbasis RS Bukan Hal Baru

Sesuai dengan UU No 17/2023 tentang Kesehatan serta PP 28/2024 Pemerintah Indonesia membuka peluang untuk melaksanakan Program Pendidikan Dokter Spesialis /Subspesialis Berbasis RS yang di laksanakan oleh RS Penyelenggara Pendidikan Utama. Perwakilan executive council World Federation for Medical Education, Prof. dr. Titi Savitri Prihatiningsih, M.Med.Ed., menjelaskan, PPDS Berbasis RS bukan hal baru.

kemenagnagan.com

Pendidikan dokter spesialis ialah termasuk pendidikan profesi yakni pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk menguasai keahlian yang di supaya bisa dapat menjalani praktik profesi sesuai dengan kewenangannya. Oleh sebab itu, dari awal pendidikan dokter spesialis/subspesialis selalu di laksanakan di RS. Model seperti ini sudah di akui sebagai workplace-based learning atau experiential learning atau learning by doing.

Setara dengan Pendidikan Berbasis Universitas

Perpres No.8/2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) memberikan peluang untuk penyetaraan terhadap jalur pendidikan formal, informal atau non formal dalam mencapai jenjang kompetensi. Ini memberi peluang untuk menyusun regulasi penyetaraan antara pendidikan PPDS dengan dasar universitas serta pendidikan PPDS berbasis rumah sakit.

Di tingkat global, sudah ada standar Pendidikan Postgraduate Medical Education yang di resmikan oleh World Federation for Medical Education. Standar ini menjelaskan pelaksanaan pendidikan dokter sebagai the responsible body. Artinya badan penanggung jawab pelaksana pendidikan dokter bisa berupa fakultas kedokteran, rumah sakit, kementerian kesehatan, kolegium, atau lembaga lain.

Pemerintah Percepat Revitalisasi Sekolah

Pemerintah Percepat Revitalisasi Sekolah

Pemerintah Percepat Revitalisasi Sekolah – Berita pendidikan di Indonesia kini semakin dinamis dengan berbagai kebijakan baru yang di rancang untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan. Beragam isu mulai dari revitalisasi sekolah, penguatan program STEM, hingga kekhawatiran terkait kekerasan di sekolah menjadi sorotan publik. Berikut ringkasan perkembangan terkini yang penting diketahui masyarakat umum.

Revitalisasi 71.000 Sekolah di Tahun 2026

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengumumkan target besar untuk merevitalisasi 71.000 sekolah di seluruh Indonesia pada tahun 2026. Alokasi anggaran mencapai lebih dari Rp14 triliun, dengan prioritas utama pada pembangunan dan perbaikan infrastruktur sekolah yang masih kurang layak. Program ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas lingkungan belajar yang layak bagi siswa di berbagai daerah. Selain perbaikan fisik, program juga mencakup distribusi panel datar interaktif (interactive flat panels/IFP) ke ratusan ribu sekolah guna mendukung pembelajaran digital.

Program Sekolah Garuda untuk Penguatan STEM

Sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan, pemerintah resmi meluncurkan program Garuda School yang fokus pada pengembangan bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM). Program ini di rancang untuk mencetak lulusan yang siap bersaing di universitas terkemuka baik nasional maupun internasional, melalui pendidikan bermutu dan peningkatan keterampilan kepemimpinan siswa. Sekolah-sekolah perintis telah di tetapkan di berbagai provinsi.

Baca juga : Upaya Reformasi Pendidikan Indonesia: Infrastruktur, Digitalisasi, dan Pemerataan Mutu

Tantangan Kekerasan di Lingkungan Sekolah

Meskipun upaya perbaikan terus di lakukan, isu sosial seperti kekerasan di sekolah menjadi perhatian serius. Data dari Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mencatat peningkatan signifikan kasus kekerasan sepanjang 2025, dengan puluhan laporan yang memengaruhi ratusan siswa. Fenomena ini menjadi peringatan bagi pihak sekolah dan pemerintah untuk memperkuat perlindungan dan pendidikan karakter siswa di lingkungan pendidikan formal.

Transformasi Digital dan Tantangan Implementasi

Selain revitalisasi fisik, pemerintah juga terus mendorong digitalisasi pembelajaran lewat penyediaan perangkat interaktif di sekolah. Namun, keberhasilan digitalisasi ini masih memerlukan dukungan pelatihan guru dan kesiapan ekosistem pendidikan agar teknologi dapat di manfaatkan secara optimal dalam proses belajar-mengajar.

Kesimpulan

Berita pendidikan Indonesia menunjukkan upaya besar dari pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui revitalisasi sekolah dan penguatan kurikulum berbasis STEM. Di sisi lain, tantangan seperti kekerasan di sekolah dan adaptasi teknologi masih perlu perhatian lebih. Langkah berkelanjutan dan kolaborasi antarpemangku kepentingan tetap penting agar tujuan pendidikan berkualitas dan inklusif dapat tercapai.

Upaya Reformasi Pendidikan Indonesia: Infrastruktur, Digitalisasi, dan Pemerataan Mutu

Upaya Reformasi Pendidikan Indonesia: Infrastruktur, Digitalisasi, dan Pemerataan Mutu

Upaya Reformasi Pendidikan Indonesia: Infrastruktur, Digitalisasi, dan Pemerataan Mutu – Berita pendidikan terkini menunjukkan sejumlah kebijakan dan program yang di gulirkan pemerintah Indonesia untuk memperkuat sistem pendidikan nasional. Fokus utama terletak pada revitalisasi sekolah, perluasan digitalisasi, penguatan pendidikan berbasis STEM, serta upaya pemerataan mutu pendidikan. Kebijakan ini muncul di tengah tantangan peningkatan keterampilan siswa dan kebutuhan menghadapi perubahan zaman. Berikut rangkuman informasi penting yang perlu di ketahui pembaca umum.

Revitalisasi Infrastruktur Sekolah

Pemerintah Indonesia menargetkan revitalisasi hingga 71.000 sekolah pada tahun 2026, dengan alokasi anggaran lebih dari Rp14 triliun untuk meningkatkan kualitas fisik bangunan sekolah di berbagai daerah. Program ini mencerminkan komitmen untuk menyediakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi siswa di seluruh tanah air. Selain revitalisasi, distribusi layar interaktif pintar atau “interactive flat panels” (IFPs) juga dilakukan untuk mendukung proses pembelajaran modern di sekolah-sekolah.

Digitalisasi Pendidikan dan Kurikulum AI

Upaya modernisasi sistem pendidikan tak hanya berupa perangkat keras. Indonesia juga meluncurkan agenda digitalisasi besar-besaran di ruang kelas, dan ada rencana pengenalan kurikulum kecerdasan buatan (AI) di seluruh jenjang sekolah guna mempersiapkan siswa menghadapi era teknologi masa depan. Ini menunjukkan pendekatan holistik antara penyediaan fasilitas dan pembaruan konten pembelajaran.

Program Pendidikan Berbasis STEM: Garuda School

Baca juga : Indonesia Genjot Pendidikan 2026: Revitalisasi Sekolah, Zona Edukasi di IKN, dan Isu Anggaran Pendidikan

Salah satu inovasi terbaru adalah peluncuran program Garuda School, sekolah tingkat menengah yang fokus pada pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) di 16 lokasi di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan menumbuhkan minat dan keahlian siswa dalam bidang sains dan teknologi untuk menjawab kebutuhan tenaga ahli masa depan dan menaikkan daya saing lulusan Indonesia di tingkat global.

Pemerataan Mutu dan Profesionalisme Guru

Selain infrastruktur dan kurikulum, aspek pemerataan mutu pendidikan juga mendapat perhatian. Kebijakan redistribusi guru diharapkan mengatasi ketimpangan ketersediaan tenaga pengajar berkualitas antara daerah urban dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat pemerataan akses pendidikan yang bermutu bagi semua anak.

Pemulihan Pascabencana

Pemerintah juga mempercepat pemulihan pendidikan di wilayah terdampak bencana, seperti di Sumatera Utara, guna memastikan proses belajar tetap berjalan dan siswa tak kehilangan akses pendidikan setelah bencana alam.

Penutup

Berbagai inisiatif di sektor pendidikan mulai dari penguatan infrastruktur, digitalisasi, pendidikan STEM hingga pemerataan kualitas guru menunjukkan arah kebijakan yang lebih responsif terhadap tantangan zaman. Upaya ini di harapkan dapat menciptakan generasi Indonesia yang adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi masa depan.

Indonesia Genjot Pendidikan 2026: Revitalisasi Sekolah, Zona Edukasi di IKN, dan Isu Anggaran Pendidikan

Indonesia Genjot Pendidikan 2026: Revitalisasi Sekolah, Zona Edukasi di IKN, dan Isu Anggaran Pendidikan

Indonesia Genjot Pendidikan 2026: Revitalisasi Sekolah, Zona Edukasi di IKN, dan Isu Anggaran Pendidikan – Berita pendidikan terus menjadi fokus utama di Indonesia pada awal 2026, seiring pemerintah dan para pemangku kepentingan berupaya meningkatkan kualitas dan akses pendidikan. Sejumlah kebijakan besar di luncurkan, mulai dari revitalisasi sekolah di seluruh negeri hingga persiapan zona pendidikan terpadu di ibu kota baru Nusantara. Di sisi lain, diskusi mengenai anggaran pendidikan dan kebutuhan reformasi tetap mengemuka di kalangan pendidik dan masyarakat. Berikut rangkuman berita pendidikan terkini yang penting untuk diketahui.

1. Revitalisasi Besar‑besaran 71.000 Sekolah di Indonesia

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menargetkan revitalisasi 71.000 sekolah pada tahun 2026. Program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di seluruh wilayah, termasuk di wilayah yang masih kurang fasilitasnya. Anggaran awal sekitar Rp14 triliun di alokasikan untuk 11.000 sekolah, namun setelah pembahasan, jumlah sekolah yang akan di revitalisasi di tambah secara signifikan. Fokus revitalisasi meliputi pembangunan gedung sekolah yang aman serta peningkatan fasilitas pembelajaran digital seperti distribusi interactive flat panels.

2. Pendidikan Terintegrasi di Nusantara: Zona Edukasi IKN

Seiring pembangunan ibu kota baru Nusantara di Kalimantan Timur, otoritas setempat mempersiapkan zona pendidikan terpadu yang akan menyediakan fasilitas lengkap dari pendidikan dasar hingga menengah. Tujuan dari model ini adalah memastikan akses pendidikan berkualitas sejak awal kehidupan warga yang akan pindah ke ibu kota baru, serta mengurangi kebutuhan perjalanan jauh untuk belajar. Tahun ajaran baru di Nusantara ditargetkan segera siap pada 2026/2027 dengan sejumlah sekolah seperti SMA Taruna Nusantara direncanakan beroperasi.

Baca juga : Berita Pendidikan Terkini di Indonesia: Arah Baru dan Tantangan Pendidikan 2025/2026

3. Penguatan Pendidikan Digital dan STEM

Pemerintah telah meluncurkan berbagai program pendidikan digital dan fokus ke STEM (sains, teknologi, engineering, matematika), termasuk pengembangan Garuda Schools di 16 lokasi di seluruh Indonesia. Program ini di rancang untuk menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global dengan bekal kompetensi tinggi dan minat kuat pada bidang sains dan teknologi.

4. Seruan Pendidik untuk Komitmen Anggaran Pendidikan

Serikat guru dan pihak terkait menyerukan pemerintah untuk memenuhi janji konstitusional dalam pendanaan pendidikan publik. Mereka menekankan agar porsi anggaran pendidikan di berbagai level pemerintahan di tingkatkan secara konsisten sebagai dasar pembangunan sumber daya manusia jangka panjang.

Penutup

Berbagai langkah strategis yang diambil pemerintah menunjukkan komitmen untuk memperkuat sistem pendidikan di Indonesia pada 2026 dari infrastruktur sekolah hingga kesiapan pendidikan berbasis digital. Tantangan terhadap kualitas pendidikan tetap ada, namun upaya revitalisasi dan inovasi terus di dorong agar generasi mendatang lebih siap menghadapi era globalisasi.

Berita Pendidikan Terkini di Indonesia: Arah Baru dan Tantangan Pendidikan 2025/2026

Berita Pendidikan Terkini di Indonesia: Arah Baru dan Tantangan Pendidikan 2025/2026

Berita Pendidikan Terkini di Indonesia: Arah Baru dan Tantangan Pendidikan 2025/2026 – Berita pendidikan terus menjadi fokus penting bagi masyarakat Indonesia, mengingat perannya dalam mencetak generasi masa depan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan global. Tahun ajaran 2025/2026 membawa sejumlah kebijakan baru, kolaborasi internasional, serta upaya pemulihan layanan pendidikan pascabencana. Berikut rangkuman berita pendidikan terkini dan terpercaya yang layak di ketahui pembaca umum.

Program Garuda Schools Dorong Penguatan STEM

Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan program Garuda Schools, sebuah inisiatif pendidikan yang fokus pada pengembangan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) di tingkat SMA. Program ini bertujuan meningkatkan minat dan kompetensi siswa dalam bidang sains dan teknologi untuk menghadapi persaingan global. Sekolah-sekolah unggulan dari berbagai daerah di tunjuk sebagai pionir, dan pemerintah menyediakan model pembiayaan dengan beasiswa penuh hingga sebagian berbayar. Program ini merupakan bagian dari rencana strategis untuk mempersiapkan pemimpin masa depan yang inovatif.

Komitmen Pendidikan Abad ke-21 di Forum UNESCO

Dalam forum pendidikan yang di gelar di Paris, Indonesia menegaskan komitmennya terhadap pendidikan abad ke-21 yang berfokus pada kreativitas, asesmen inovatif, dan pembelajaran berbasis kompetensi. Delegasi Indonesia mengangkat isu reformasi kurikulum yang mendukung deep learning dan pemberdayaan guru untuk menciptakan pengalaman belajar yang relevan serta kontekstual. Forum ini juga memberikan apresiasi terhadap proyek-proyek kreatif pendidikan dari Indonesia yang bersaing secara global.

Baca juga : Berita Pendidikan Terkini: Percepatan Pemulihan & Prioritas Transformasi Pendidikan

Pemulihan Pendidikan Pascabencana di Sumatera Utara

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mempercepat upaya pemulihan layanan pendidikan di wilayah Sumatera Utara pascabencana banjir dan longsor. Tim kementerian meninjau langsung kondisi sekolah terdampak serta menyiapkan strategi pemulihan pembelajaran agar siswa tidak kehilangan waktu pendidikan mereka. Intervensi cepat ini penting untuk menjaga proses belajar tetap berjalan meskipun terjadi gangguan fisik akibat bencana alam.

Evaluasi Reformasi Pendidikan Satu Tahun

Sejumlah program reformasi pendidikan di bawah naungan Menteri Pendidikan menunjukkan kemajuan dalam distribusi teknologi pembelajaran, revitalisasi sekolah, dan peningkatan kesejahteraan guru. Pemerintah telah mendistribusikan puluhan ribu perangkat interaktif ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia serta mendorong perbaikan gedung sekolah. Meski demikian, pakar pendidikan menilai tantangan masih ada pada kualitas sumber daya manusia dan kebijakan yang lebih inklusif untuk mengatasi disparitas di daerah.

Kesimpulan

Tahun ajaran 2025/2026 menjadi periode penting bagi sektor pendidikan Indonesia. Pemerintah terus mendorong inovasi melalui program Garuda Schools, berkomitmen pada pendidikan abad ke-21 di forum internasional, serta mempercepat pemulihan layanan pascabencana. Evaluasi dari berbagai pihak menunjukkan kemajuan nyata, namun masih terdapat tantangan dalam pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah. Pembaca diharapkan terus mengikuti perkembangan kabar pendidikan agar tetap terinformasi tentang peluang dan tantangan dunia pendidikan di Indonesia.

Berita Pendidikan Terkini: Percepatan Pemulihan & Prioritas Transformasi Pendidikan

Berita Pendidikan Terkini: Percepatan Pemulihan & Prioritas Transformasi Pendidikan

Berita Pendidikan Terkini: Percepatan Pemulihan & Prioritas Transformasi Pendidikan – Berita pendidikan terus menjadi fokus utama di Indonesia serta dunia karena pendidikan adalah tiang masa depan bangsa. Di tengah beragam tantangan, termasuk pemulihan pascabencana serta dinamika transformasi digital, sektor pendidikan menghadapi perubahan yang signifikan untuk menjamin akses, kualitas, serta relevansi pembelajaran. Artikel berikut merangkum sejumlah berita pendidikan terbaru yang penting untuk di ketahui masyarakat umum.

Percepatan Pemulihan Pascabencana

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sekarang mempercepat pemulihan layanan pendidikan di daerah terdampak bencana di Sumatera Utara. Pemerintah meninjau langsung sekolah-sekolah yang rusak akibat banjir dan longsor untuk memetakan kebutuhan mendesak serta memastikan proses belajar mengajar bisa segera di laksanakan kembali secara normal. Langkah ini di ambil untuk meminimalkan gangguan terhadap hak belajar siswa yang terkena dampak bencana alam.

Program Pendidikan Inklusif & Sekolah Rakyat

Pemerintah Indonesia melalui berbagai program juga terus mendorong pendidikan inklusif dan inovatif. Hingga Oktober 2025, sebanyak 166 unit Sekolah Rakyat telah berdiri di berbagai daerah. Sekolah ini menggabungkan pendidikan formal dengan pelatihan keterampilan dasar, serta menyediakan program makan bergizi gratis agar anak-anak tak hanya belajar, tetapi tumbuh sehat dan terampil menghadapi masa depan. Pemerintah menegaskan pentingnya kurikulum yang adaptif serta digitalisasi pendidikan guna pemerataan akses pengetahuan.

kemenagnagan.com

Transformasi Pendidikan Menuju Era Digital

Komitmen untuk mencetak generasi unggul juga di tunjukkan dengan penguatan pendidikan berbasis inovasi dan teknologi. Fokus utama Kemendikdasmen adalah menyiapkan peserta didik agar mampu bersaing di era digital, dengan menekankan pendidikan sains dan teknologi serta penguatan karakter. Pendidikan yang responsif terhadap perkembangan zaman di anggap penting untuk menyiapkan generasi yang adaptif dan kompeten secara digital.

Isu Global: Akses dan Kualitas Pendidikan

Di tingkat internasional, lembaga seperti UNESCO menyerukan komitmen baru terhadap hak atas pendidikan. Laporan terbaru dari UNESCO menyoroti perlunya peningkatan akses dan kualitas pendidikan di seluruh dunia, mengingat masih banyak anak yang belum menikmati pendidikan secara setara. Selain itu, laporan global menunjukkan adanya stagnasi dalam beberapa indikator pendidikan yang menuntut kerja sama lintas negara untuk mengatasi tantangan tersebut.

Kesimpulan

Berita pendidikan terbaru menunjukkan bahwa sektor ini terus berupaya bangkit dari tantangan seperti bencana alam, serta menyesuaikan diri dengan tuntutan era digital. Pemerintah Indonesia aktif memperluas akses pendidikan melalui program inklusif dan Sekolah Rakyat, sementara dunia internasional mendorong komitmen global terhadap hak pendidikan. Semua upaya ini mencerminkan pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka panjang untuk masa depan generasi muda.